Di tengah impian merayakan hari bahagia sekali seumur hidup, tak sedikit pasangan pengantin justru harus menelan pil pahit karena tertipu oleh oknum wedding organizer yang tidak bertanggung jawab. Maraknya kasus penggelapan dana oleh Wedding Organizer (WO) belakangan ini menjadi peringatan serius bagi kita semua untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih vendor pernikahan. Pernikahan bukan hanya soal dekorasi megah atau gaun indah, tapi juga soal kepercayaan profesionalisme pihak yang Anda percayakan untuk menangani hari penting Anda. Jangan tergiur harga murah atau promo bombastis tanpa melakukan pengecekan latar belakang dan reputasi vendor tersebut. pastikan WO memiliki izin usaha yang jelas, portofolio yang kredibel serta testimoni positif dari klien sebelumnya. Sebagai klien, Anda berhak mendapatkan transparansi dalam alur pembayaran, kontrak kerja yang sah, serta komunikasi yang terbuka dan jelas. Jangan ragu untuk bertanya secara detail tentang pembagian biaya, timeline...
Pernikahan adat Jawa, khususnya Yogyakarta dengan pakem keraton, merupakan salah satu upacara sakral yang penuh simbolisme dan tata cara yang sarat nilai-nilai luhur budaya Jawa. Prosesi ini tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga mempertemukan dua keluarga besar dalam ikatan sosial yang kuat. 1. Filosofi Pernikahan Adat Yogyakarta Pernikahan adat Jogja menganut filosofi "Sangkan Paraning Dumadi", yang berarti menyadari asal dan tujuan hidup. Dalam konteks pernikahan, ini bermakna bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua individu, tetapi juga bagian dari perjalanan spiritual menuju kehidupan yang lebih utuh. Nilai-nilai yang dijunjung tinggi: Hormat pada orang tua Keharmonisan keluarga Keselarasan dengan alam dan leluhur 2. Tahapan Pernikahan Adat Jogja Pakem Keraton A. Pra-Nikah Pasang Tarub dan Bleketepe Ini adalah simbol kesiapan keluarga menyambut tamu dan menerima pernikahan. Biasanya dilakukan sehari sebelum akad ...